Minggu, 14 Februari 2016

Melatih Mental Anak Dengan Kompetisi

Kiki anak pertamaku senang banget sama kesenian terutama nari. Dari sejak usia 2 tahun memang sudah keliatan bakat seninya.

Umur 5 tahun Kiki kami masukkan ke Padepokan Kalang Kamuning. Dia keliatan enjoy banget mungkin karena memang bakatnya tersalurkan disitu. Yang pasti kami gak pernah memaksakan dia untuk jadi penari :)
Ambu dan abahnya sih support aja apa yang jadi kegemarannya selama itu hal positif.

Beberapa kali Kiki ikut lomba jaipong dan selalu mendapat juara. Mulai dari juara harapan 1 sampai juara 1. Udah pasti itu bikin dia makin semangat dong. Katanya sih pengen ngumpulin banyak piala....aammiinn...

Kemarin tgl 13 Februari Kiki baru aja tampil sebagai finalis di acara Pemilihan Bentang Jaipong Jawa Barat. Memang belum berkesempatan jadi juara sih. Secara saingannya juga lumayan berat, ada 45 peserta perwakilan dari 15 kabupaten kota se Jawa Barat. Mereka itu para juara 1, 2 & 3 yang udah berhasil lolos di 3 babak sebelumnya.
Kiki keliatan sedih dan sempet nangis juga dikit...hehe... ya wajarlah namanya juga anak-anak. Biasanya dia pulang bawa piala, tapi kali ini gak bawa pulang piala.
Nah...tugas ambu dan abahnya nih buat kasih dia pengertian bahwa yang namanya perlombaan itu pasti ada yang menang ada yang kalah.

Dari situ Kiki jadi belajar menerima dan berlapang dada untuk menerima kekalahan maupun kemenangan dalam setiap kompetisi.
Banyak hikmah yang bisa diambil dari setiap tahap yang dia lalui.
Dia juga jadi belajar menyadari bahwa banyak anak lain yang sama berbakatnya seperti dia bahkan mungkin lebih baik, jadi dia gak ngerasa bahwa dirinya yang terbaik... karena saya khawatir dia jadi anak yang sombong karena terlalu sering dipuji.
Semoga Kiki jadi anak yang selalu rendah hati dan berakhlak baik...aammiinn...

Semoga dia juga bisa memetik pelajaran berharga bahwa untuk mencapai sesuatu yang diinginkan itu butuh yang namanya perjuangan dan proses.
Untuk jadi seorang pemenang itu gak cukup hanya dengan do'a tapi juga butuh usaha, belajar, berlatih yang giat, dan juga mau mendengarkan nasehat dari orang yang lebih ahli di bidangnya.

Bisa masuk ke babak grand final ini aja menurutku udah luar biasa loh. Karena sebelumnya dia udah melewati 3 babak audisi sampei terpilih jadi finalis.
Abah dan ambu bangga lihat kamu udah berani tampil dalam kompetisi atas kemauan sendiri tanpa paksaan dari siapapun. Apalagi kamu juga senang ngejalaninnya. Jadi apapun hasilnya... Kiki tetap jadi juara di hati ambu dan abah.....mmmuuaaaahhhh.....

Saya berharap semoga Kiki akan tumbuh jadi anak yang bertanggung jawab, menghargai orang lain, berbudi luhur dan berguna bagi sesama. Insya Allah dia juga akan jadi manusia yang tangguh ketika dihadapkan dengan kondisi yang mungkin buat dia gak bahagia.
Love you slalu my sweety 😙😙😙



Tidak ada komentar:

Posting Komentar